Minggu, 28 Juli 2013

Adab dan Etika Bepergian Dalam Islam


Bepergian Dalam Islam
Seorang Muslim berkeyakinan bahwa bepergian adalah salah satu kebutuhan dalam hidupnya yg tidak terpisahkan darinya. Sebab, umrah, haji, perang, berbisnis, menuntut ilmu dan melindungi saudara seakidahnya, Seluruhnya kewajiban yang memerlukan perjalanan dan bepergian. karena itu, Allah memberi perhatian besar terhadap hukum dan etikanya. Orang Muslim sebaiknya mempelajari itu semua dan menerapkannya di dalam kehidupan.
Hukum-hukum Bepergian
Beberapa penjelasan tentang hukum-hukum bepergian:
1.  Musafir mengqashar shalat-shalat yg 4 rakaat, lalu dia shalat dua raka'at kecuali shalat Maghrib maka dia harus (wajib) mengerjakannya 3 raka'at, dia mulai mengqashar shalat sejak dia meninggalkan daerahnya hingga kembali pada-nya, kecuali jika dia berniat menetap empat hari ataupun lebih di daerah tujuannya, atau dia singgah di dalamnya maka dia tidak boleh mengqashar shalat dan jika dia pulang ke daerahnya maka dia boleh kembali mengqashar shalat sampai dia tiba di daerahnya. Itu semua dikarenakan dalil:

Firman Allah, "Dan apabila (jika) kalian bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa (tidak apa) kalian menqashar shalat." (An-Nisa: 101).

Anas bin Malik ra berkata, "Kami bersama Rasulullah saw keluar dari Madinah ke Makkah (menuju mekkah) dan beliau mengerjakan shalat-shalat 4 raka'at dengan 2 raka'at hingga kita kembali ke Madinah." (An-Nasai dan At-Tirmidzi yang menshahihkan-nya).

2.  Musafir diperbolehkan berwudhu dng mengusap sepatunya selama 3 hari 3 malam, karena Ali bin Abu Thalib ra berkata "Rasulullah saw membolehkan mengusap sepatu selama 3 hari 3 malam bagi (untuk) musafir dan 1 hari bagi (untuk) orang mukim." (Muslim, Ahmad, Ibnu Majah dan An-Nasai).

3.  Musafir diperbolehkan bertayammum jika dia kehabisan air atau sulit mendapatkan-nya (mendapatkan air) atau harganya mahal, dikarenakan:

"Dan jika kalian (semua) sakit, sedang dalam musafir atau kembali dan tempat buang air atau kalian sedah menyentuh perempuan, kemudian (lalu) kalian tidak mendapat (menemukan) air, maka bertayamumlah kalian dng tanah yang baik (debu yang suci), sapulah muka kalian dan tangan kalian." (An-Nisa' ke-43)

4. Musafir mendapatkan keringanan boleh tidak berpuasa selama pejalanannya, karena berfirman Allah: "Maka barang siapa diantara kalian ada yg sakit atau dalam perjalanan (lalu dia berbuka), maka (wajiblah bagi-nya berpuasa) sebanyak hari yg ditinggalkan itu pada hari yg lain." (Al-Baqarah: ke-184).

5.  Musafir diperbolehkan mengerjakan shalat sunnah diatas kendaraan kemanapun kendaraan tersebut mengarah, dikarenakan Ibnu Umar ra berkata, "Rasulullah saw mengerjakan shalat sunnah kemanpun hewan kendaraan-nya mengarah." (oleh: Muttafaq Alaih).

6.  Musafir diperbolehkan men-jamak (menggabungkan) shalat Dzuhur dengan shalat Ashar, atau shalat Maghrib dng shalat Isya' dng jamak taqdim jika perjalanan membuat-nya sulit, kemudian dia kerjakan shalat Dzuhur dan shalat Ashar di waktu shalat Dzuhur dan shalat Maghrib dan shalat Isya' pada waktu shalat Maghrib. Atau dia menjamak ta'khir dengan mengakhirkan shalat Dzuhur ke shalat Ashar kemudian dia kerjakan shalat Dzuhur dan shalat Ashar pada waktu shalat Ashar, dan dia akhirkan shalat Maghrib pada waktu shalat Isya' kemudian ini kerjakan di waktu shalat Isya'. diKarenakan Muadz bin Jabal ra berkata, "Kami keluar bersama Rasulullah saw pada Perang Tabuk, kemudian (lalu) beliau kerjakan shalat Dzuhur dan shalat Ashar secara (dengan) jamak dan mengerjakan shalat Maghrib dan shalat Isya' secara (dengan) jamak." (Muttafaq Alaih).

Etika-Etika Perjalanan dan Tips-Tips Jalan-Jalan

Berikut ini adalah etika-etika dan tips-tips jalan-jalan:
1.  Musafir harus mengembalikan barang-barang yg pernah dirampasnya kepada pemilik-nya, dan barang-barang titipan kepada pemilik-nya, sebab perjalanan itu identik dng kematian.
2.  Musafir menyiapkan bekal dari sumber yg halal dan meninggalkan uang belanja kepada orang yg wajib dinafkahinya seperti anak, istri dan orang tua.
3.  Musafir pamit kepada keluarga, saudara, dan teman-teman-nya dan berdoa dng berikut kepada orang yang dia pamiti, "Aku titipkan kepada Allah agama kalian, amanah kalian dan penutup amal perbuatan kalian."

Kemudian orang-orang yg dia pamiti membalas doanya dengan mengatakan, "Semoga Allah membekalimu dng takwa, mengampuni dosamu, dan mengarahkanmu kepada kebaikan dimana saja kamu berjalan."

Sabda Rasulullah., "Sesungguhnya Luqman berkata, ‘Sesungguhnya jika Allah dititipi sesuatu, Ia pasti menjaga-nya'." (An-Nasai dng sanad baik).

Kepada orang-orang yg mengantarkan kepergiannya, Rasulullah saw. bersabda, "saya  titipkan kepada Allah agama kalian, amanah-mu dan penutup amal perbuatan kalian." (Abu Daud).

4. Musafir bepergian dng ditemani 4 orang, atau 3 orang dan orang-orang; yg telah dia seleksi sebelumnya dari orang-orang yg layak bepergian dengannya, karena perjalanan itu membongkar jati diri seseorang. Dinamakan perjalanan (Safar) karena dia memperlihatkan akhlak seorang manusia.

Sabda Rasulullah saw., "1 pengendara (musafir) adalah setan, 2 pengendara (musafir) ialah 2 setan, dan 3 pengendara (musafir) ialah rombongan musafir." (Abu Daud, An-Nasai, dan Tirmidzi. Hadits shahih)

Sabda Rasulullah saw., "Jika manusia mengetahui bahaya yg ada pada pergi sendiri seperti yang saya ketahui, maka tidak ada seorang pun yg berani bepergian sendirian pada 1 malam pun." (Al Bukhari).

5.  Rombongan musafir sebaiknya menunjuk salah seorang sebagai ketua rombongan dengan bermusyawarah, karena Rasulullah saw. bersabda, "Jika 3 orang keluar untuk bepergian, maka hendaklah mereka mengangkat (memilih) salah seorang dari mereka sebagai ketua rombongan." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari).

6.  Sebelum musafir berangkat bepergian, sebaiknya mengerjakan shalat istikharah, karena Rasulullah saw. menganjurkan hal yg demikian. Bahkan shalat istikharah itu beliau kerjakan ketika mengajarkan salah satu surat Al-Qur'an dan ilmu-ilmu lain ke-pada para sahabat. (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari)

7.  Ketika meninggalkan rumah-nya, musafir berdoa dng doa berikut, "Dng nama Allah, saya bertawakkal kepada Allah, tidak ada daya dan upaya kecuali dng Allah. Ya Allah, saya berlindung diri kepadaMu dari tersesat dan disesat-kan, dari tergelincir atau digelincir-kan, dari bodoh atau dibodohi." (Diriwayatkan oleh Abu Daud. Hadits: shahih).

Jika dia telah menaiki kendaraannya, dia berdoa, "Dng nama Allah, dng nama Allah, dan Allah Maha besar. Saya bertawakkal kepada Allah. Tidak ada daya dan upaya kecuali dengan Allah Yg Maha tinggi dan Maha agung. Apa yg dikehendaki Allah itu pasti terjadi, dan apa yg tidak dikehendaki Allah tidak akan terjadi. Maha suci Dzat yg menundukkan semua ini untuk kami, padahal sebelumnya tidak mampu menguasai-nya Dan sesungguh-nya kami akan kembali kepada Tuhan kami. Ya Allah, saya meminta kepada-Mu dalam perjalanan ini kebaikan, ketakwaan, dan amal perbuatan yg Engkau ridhai. Ya Allah, mudahkanlah untukkami perjalanan kami ini, dan dekatkan jauhnya untuk kami. Ya Allah, Engkau sahabat di dalam pejalanan, dan pengganti di keluarga, dan harta. Ya Allah, saya berlindung diri kepada-Mu dari kesulitan perjalanan, pemandangan yang menyedihkan, kegagalan, dan pemandangan buruk pada harta, keluarga, dan anak." (Diriwayatkan Abu Daud)

8.  Musafir berangkat di hari Kamis pagi, karena dalil berikut:

"Ya Allah, berkahilah umat-ku di pagi harinya." (Diriwayatkan oleh Tirmidzi).

diKarenakan Rasulullah SAW. biasa keluar ber-pergian pada hari Kamis.

9.  Musafir bertakbir di setiap dataran (tempat) tinggi, berdasarkan hadits Abu Hurairah ra yg berkata, "Seseorang berkata, ‘Wahai Rasulullah, saya ingin bepergian, maka beri aku nasihat'. Rasulullah saw bersabda, "Hendaklah kamu bertakwa kepada Allah dan bertakbir di setiap dataran (tempat) yg tinggi." (Diriwayatkan oleh Tirmidzi dng sanad: baik).

10. Jika musafir takut kepada manusia, dia berdoa, "Ya Allah, saya jadikan Engkau di leher-leher mereka dan saya berlindung diri kepada-Mu dari keburukan mereka."

Rasulullah saw biasa berbuat hal seperti itu.

11. Berdoa kepada Allah Ta‘ala didalam perjalanan-nya dan meminta kebaikan dunia serta akhirat kepadaNya, karena doa dalam perjalanan itu dikabul-kan. Rasulullah saw. bersabda, "3 doa yg mustajab dan tidak ada keragu-raguan didalam-nya, doa orang yang tertindas, musafir dan ayah untuk anak-nya." (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dengan sanad: baik).

12. Jika singgah disuatu tempat, musafir berkata, "saya meminta perlindungan dengan kalimat-kalimat Allah yg sempurna dari keburukan apa yg Dia ciptakan."

Jika malam telah tiba, dia berdoa, "Wahai bumi Tuhan-ku, Tuhan-mu adalah Allah, sesungguhnya saya berlindung diri kepada Allah dari keburukan-mu, keburukan apa saja yg ada padamu, dari keburukan apa yg diciptakan padamu dan dari keburukan apa saja yg berjalan di atas-mu. Saya berlindung diri kepada Allah dan keburukan singa, ular besar, ular (yang) kecil, kalajengking, penghuni daerah ini, ayah, dan apa yg dia lahirkan." (Diriwayatkan oleh para pemilik Sunan dan Muslim).

13. Jika dia takut binatang buas, ia berdoa dengan doa, "Maha suci Raja Yg Maha suci, Tuhan para malaikat, ruh (Jibril), langit-langit itu di-muliakan dng kemuliaan dan kebesaran."

14. Jika musafir tidur pada awal, dia bentangkan ke-dua tangannya. Jika dia tidur di akhir malam, dia tegakkan salah satu tangan-nya dan meletak-kan kepalanya di telapak tangan satu-nya agar dia tidak kebablasan tidur sehingga dia tidak bisa mengerjakan shalat Shubuh pada waktu-nya.

15. Jika musafir melihat sebuah kota, dia berdoa, "Ya Allah, beri ketenangan didalam-nya, dan berilah kami rizki yg halal didalam nya. Ya Allah, aku meminta kepadaMu kebaikan kota ini dan kebaikan apa saja yg ada didalam-nya. Saya berlindung diri kepadaMu dari keburukan kota ini dan keburukan apa saja yg ada didalam-nya."

Rasulullah saw. terbiasa membaca doa diatas jika beliau melihat salah satu kota dalam perjalanan-nya.

16. Musafir sebaiknya segera kembali kepada keluarga dan negeri-nya jika dia telah berhasil memenuhi kebutuhan didalam perjalanan-nya, karena Rasululiah saw bersabda, "Perjalanan adalah potongan siksa yg menghalangi salah seorang dari kalian dari makanan, minuman dan tidur. Jika salah se-orang dari kalian telah selesai memenuhi kebutuhan dlm perjalanannya, hendaklah dia segera kembali kepada keluarga-nya." (Muttafaq Alaih).

17. Jika musafir hendak pulang kedaerah-nya, dia bertakbir 3 kali dan berkata,
"Mereka kembali, bertaubat, beribadah kepada Tuhan kita dan memujiNya."

dia mengucapkan doa diatas secara berulang, karena Rasulullah saw melakukan hal yg demikian.

18. Musafir sebaiknya tidak mengetuk pintu rumah istrinya di malam hari, namun dia sebaiknya mengutus (memberi tahu) seseorang kepada keluarganya untuk memberi berita gembira tentang kedatangan-nya dan tidak mengejutkan mereka dng kedatangannya. Ini adalah petunjuk Rasulullah dalam hal ini

19. Wanita tidak boleh ber-pergian selama se-hari atau se-malam kecuali dng mahram-nya, karena Rasulullah bersabda, "Wanita tidak halal ber-pergian selama se-hari dan se-malam kecuali dng mahram-nya." (Muttafaq Alaih)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar